Beberapa hari lalu saya terbaring tak berdaya akibat pilek disertai demam dan sesak napas sehingga harus istirahat dirumah beberapa hari. Bersamaan dengan HUT kemerdekaan akhirnya saya juga bisa menghirup udara dengan merdeka setelah beberapa hari di dera sesak napas.
Menurut diagnosa dokter setelah memperhatikan juga hasil X-ray/Rontgen maka saya di vonis mengidap sakit Bronkhitis Kronis, konon ini karena gaya hidup saya yang doyan merokok serta begadang menghirup udara malam. Saya plesetin nama penyakit ini pada judul jadi 'brown kitties', biar didengar lebih manis dan nggak seram.
Untuk itu saya ingin berbagi sedikit info dengan teman-teman khususnya yang juga perokok berat serta doyan begadang mengenai penyakit yang satu ini, karena di bungkus rokok yang saya konsumsi cuman ada peringatan kanker, jantung serta gangguan kehamilan dan janin, tapi nggak ada tuh bronkhitis. Atau mungkin ini penyakit yang sudah pasti buat perokok dan jago begadang sehingga nggak perlu diingatkan lagi.
Tapi simak aja deh penjelasan seputar brown kitties dibawah ini :
Brown kitties adalah suatu peradangan dari satu atau lebih saluran bronkus (saluran udara ke paru-paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Peradangan ini disebabkan oleh banyak faktor. Penyebabnya bisa dari virus, bakteri, alergi, dan lainnya. Peradangan yang akut bisa terjadi secara singkat atau panjang. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkhitis bisa bersifat serius.
Bila bronkhitis itu lama dan berkepanjangan, bahkan cenderung untuk sesekali kambuh di masa-masa tenang, itulah bronkhitis kronis. Penyakit ini disebabkan oleh serangan berulang bronkhitis akut atau penyakit kronis lainnya. Gejalanya, terdapat serangan-serangan batuk dengan ekspektorasi, baik banyak maupun sedikit.
Peradangan pada bronkhus juga bisa disebabkan masuknya benda-benda asing pada saluran pernapasan dan menginfeksi dinding saluran tersebut. Contohnya saja pada arachidic bronchitis yang disebabkan masuknya biji-bijian ke saluran bronkhus. Ada pula infeksi saluran pernapasan akibat adanya degenerasi keju (nekrosis kaseosa).
Kalau dibiarkan, peradangan akan meluas hingga ke alveoli pada paru. Jenisnya adalah vesicular bronchitis yang kadang-kadang tampak di bawah pleura sebagai granulasi kuning keputihan seperti biji-biji jagung.
Penyebab
Biasanya disebabkan terkena angin dingin, penghirupan bahan-bahan iritasi, dan infeksi akut. Gejalanya adalah deman, nyeri pada dada terutama pada waktu batuk, dispne, dan batuk. Bronkhitis juga bisa mengeluarkan sekret mukopurulen yang banyak (pada catarrhal bronchitis).
Infeksi pada bronkhus juga dapat ditimbulkan akibat iritasi ether, influenza, dan akibat virus campak. Ada juga bronkhitis akibat infeksi saluran napas pada penderita asma yang juga disebabkan bakteri. Penyebab infeksi lainnya adalah streptokokus, stafilokokus, dan virus tuberkulosa.
Bronkhitis infeksiosa disebabkan oleh virus, bakteri dan (terutama) organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia). Serangan bronkhitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernapasan menahun.
Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari sinusitis kronis, bronkiektasis, alergi, pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak. Bronkhitis iritatif bisa disebabkan oleh berbagai jenis debu, asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromin. Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida dan tembakau dan rokok lainnya.
Gejala
Gejalanya berupa batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan), sesak napas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan, sering menderita infeksi pernapasan (misalnya flu), bengek, lelah, pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kanan, wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan, pipi tampak kemerahan, sakit kepala, gangguan penglihatan.
Bronkhitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek, yaitu hidung meler, lelah, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan dan nyeri tenggorokan.
Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkhitis. Pada awalnya batuk tidak berdahak, tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau.
Pada bronkhitis berat, setelah sebagian besar gejala lainnya membaik, kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu. Sesak napas terjadi jika saluran udara tersumbat. Sering ditemukan bunyi napas mengi, terutama setelah batuk.
Diagnosis
Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan gejala, terutama dari adanya lendir. Pada pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop akan terdengar bunyi ronki atau bunyi pernapasan yang abnormal. Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan tes fungsi paru-paru, rontgen dada.
Pengobatan
Untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan, kepada penderita dewasa bisa diberikan aspirin atau acetaminophen; kepada anak-anak sebaiknya hanya diberikan acetaminophen. Dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan.
Antibiotik diberikan kepada penderita yang gejalanya menunjukkan bahwa penyebabnya adalah infeksi bakteri (dahaknya berwarna kuning atau hijau dan demamnya tetap tinggi) dan penderita yang sebelumnya memiliki penyakit paru-paru.
Kepada penderita dewasa diberikan trimetoprim-sulfametoksazol, tetracyclin atau ampisilin. Erythromycin diberikan walaupun dicurigai penyebabnya adalah Mycoplasma pneumoniae. Kepada penderita anak-anak diberikan amoxicillin. Jika penyebabnya virus, tidak diberikan antibiotik. Jika gejalanya menetap atau berulang atau jika bronkhitisnya sangat berat, maka dilakukan pemeriksaan biakan dari dahak untuk membantu menentukan apakah perlu dilakukan penggantian antibiotik.
(diramu dari berbagai sumber)
Menurut diagnosa dokter setelah memperhatikan juga hasil X-ray/Rontgen maka saya di vonis mengidap sakit Bronkhitis Kronis, konon ini karena gaya hidup saya yang doyan merokok serta begadang menghirup udara malam. Saya plesetin nama penyakit ini pada judul jadi 'brown kitties', biar didengar lebih manis dan nggak seram.
Untuk itu saya ingin berbagi sedikit info dengan teman-teman khususnya yang juga perokok berat serta doyan begadang mengenai penyakit yang satu ini, karena di bungkus rokok yang saya konsumsi cuman ada peringatan kanker, jantung serta gangguan kehamilan dan janin, tapi nggak ada tuh bronkhitis. Atau mungkin ini penyakit yang sudah pasti buat perokok dan jago begadang sehingga nggak perlu diingatkan lagi.
Tapi simak aja deh penjelasan seputar brown kitties dibawah ini :
Brown kitties adalah suatu peradangan dari satu atau lebih saluran bronkus (saluran udara ke paru-paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Peradangan ini disebabkan oleh banyak faktor. Penyebabnya bisa dari virus, bakteri, alergi, dan lainnya. Peradangan yang akut bisa terjadi secara singkat atau panjang. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkhitis bisa bersifat serius.
Bila bronkhitis itu lama dan berkepanjangan, bahkan cenderung untuk sesekali kambuh di masa-masa tenang, itulah bronkhitis kronis. Penyakit ini disebabkan oleh serangan berulang bronkhitis akut atau penyakit kronis lainnya. Gejalanya, terdapat serangan-serangan batuk dengan ekspektorasi, baik banyak maupun sedikit.
Peradangan pada bronkhus juga bisa disebabkan masuknya benda-benda asing pada saluran pernapasan dan menginfeksi dinding saluran tersebut. Contohnya saja pada arachidic bronchitis yang disebabkan masuknya biji-bijian ke saluran bronkhus. Ada pula infeksi saluran pernapasan akibat adanya degenerasi keju (nekrosis kaseosa).
Kalau dibiarkan, peradangan akan meluas hingga ke alveoli pada paru. Jenisnya adalah vesicular bronchitis yang kadang-kadang tampak di bawah pleura sebagai granulasi kuning keputihan seperti biji-biji jagung.
Penyebab
Biasanya disebabkan terkena angin dingin, penghirupan bahan-bahan iritasi, dan infeksi akut. Gejalanya adalah deman, nyeri pada dada terutama pada waktu batuk, dispne, dan batuk. Bronkhitis juga bisa mengeluarkan sekret mukopurulen yang banyak (pada catarrhal bronchitis).
Infeksi pada bronkhus juga dapat ditimbulkan akibat iritasi ether, influenza, dan akibat virus campak. Ada juga bronkhitis akibat infeksi saluran napas pada penderita asma yang juga disebabkan bakteri. Penyebab infeksi lainnya adalah streptokokus, stafilokokus, dan virus tuberkulosa.
Bronkhitis infeksiosa disebabkan oleh virus, bakteri dan (terutama) organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia). Serangan bronkhitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernapasan menahun.
Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari sinusitis kronis, bronkiektasis, alergi, pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak. Bronkhitis iritatif bisa disebabkan oleh berbagai jenis debu, asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromin. Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida dan tembakau dan rokok lainnya.
Gejala
Gejalanya berupa batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan), sesak napas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan, sering menderita infeksi pernapasan (misalnya flu), bengek, lelah, pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kanan, wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan, pipi tampak kemerahan, sakit kepala, gangguan penglihatan.
Bronkhitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek, yaitu hidung meler, lelah, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan dan nyeri tenggorokan.
Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkhitis. Pada awalnya batuk tidak berdahak, tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau.
Pada bronkhitis berat, setelah sebagian besar gejala lainnya membaik, kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu. Sesak napas terjadi jika saluran udara tersumbat. Sering ditemukan bunyi napas mengi, terutama setelah batuk.
Diagnosis
Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan gejala, terutama dari adanya lendir. Pada pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop akan terdengar bunyi ronki atau bunyi pernapasan yang abnormal. Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan tes fungsi paru-paru, rontgen dada.
Pengobatan
Untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan, kepada penderita dewasa bisa diberikan aspirin atau acetaminophen; kepada anak-anak sebaiknya hanya diberikan acetaminophen. Dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan.
Antibiotik diberikan kepada penderita yang gejalanya menunjukkan bahwa penyebabnya adalah infeksi bakteri (dahaknya berwarna kuning atau hijau dan demamnya tetap tinggi) dan penderita yang sebelumnya memiliki penyakit paru-paru.
Kepada penderita dewasa diberikan trimetoprim-sulfametoksazol, tetracyclin atau ampisilin. Erythromycin diberikan walaupun dicurigai penyebabnya adalah Mycoplasma pneumoniae. Kepada penderita anak-anak diberikan amoxicillin. Jika penyebabnya virus, tidak diberikan antibiotik. Jika gejalanya menetap atau berulang atau jika bronkhitisnya sangat berat, maka dilakukan pemeriksaan biakan dari dahak untuk membantu menentukan apakah perlu dilakukan penggantian antibiotik.
(diramu dari berbagai sumber)

